Ambiguitas Misi Penyelamatan Populasi Manusia

Judul Film: Inferno
Sutradara: Ron Howard
Tahun Rilis: Oktober, 2016
Durasi: 121 menit

“Berapa banyak kehidupan di dunia ini? Berapa banyak yang akan lahir? Tak ada salahnya, mengurangi populasi itu baik. Aku melihat banyak tindakan Tuhan. Terkadang itu menyerang orang yang tepat. Manusialah yang kejam. Mungkin kehidupan ini murah, tapi menghabiskan banyak orang tak ada yang bisa membayar itu.”

Kutipan diatas diambil dari salah satu adegan dalam film inferno yang dikomandoi oleh Bertrand Zobrist. Film dengan durasi 2 jam lebih 1 menit ini mengisahkan teka-teki penyebaran virus oleh Ben Foster yang bisa memusnahkan sebagian manusia di bumi. Alasannya mengurangi kekacauan tatanan di bumi yang dicurigai karena overpopulasi manusia. Tapi menurut sudut pandang Zobrist dan pengikutnya, membantai jutaan manusia adalah benar dan heroik.

Berbicara tentang keberlangsungan umat manusia di bumi kedepannya, ilmuan mempunyai peran penting terhadap hal itu. Zobrist sebagai ilmuan biologi yang mempunyai pemikiran radikal, ia memberikan konsep gila dengan membuat virus bernama inferno. Cara kerja virus tersebut akan membelah setiap permenit. Dan ketika dilepas, secara langsung setengah penduduk di bumi akan musnah.

Film inferno yang rilis tahun 2016 menjadi film ketiga setelah film The Davinci Code (2006) dan Angel and Demons (2009) yang diangkat dari novel karya Dan Brown. Ketiganya mempunyai ciri khas tersendiri di setiap serinya. Seperti The Davinci Code, yang dikemas dengan nuansa triller-religi yang mengharuskan penontonnya untuk memutar otak memahami di setiap alurnya. 

Beda halnya dengan The Davinci Code, film Angel & Diamonds yang bercerita bagaimana menelusuri teka-teki konspirasi kehancuran vatika-Roma oleh Iluminati. Menariknya dari ketiga film tersebut yaitu dari tokoh utamanya yang diperankan oleh Profesor Langdon dan sutradara yang sama, Tom Hanks dan Ron Horwart. Inferno sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti 'neraka' atau 'keadaan yang menyerupai neraka'. Arti 'Neraka' disini mengacu pada lukisan karya seniman fenomenal Italia bernama Dante Alighieri, dan puisinya yang berjudul The Divine Comedy. 

Baca Juga: Kehidupan Anak Penderita Dyslexic

Dalam film ini menceritakan bahwa populasi manusia menjadi hal yang mudah dikendalikan. Bahkan pesatnya pertumbuhan manusia bisa dianggap sebagai penyebab segala kehancuran, musibah, dan kekacauan dunia. Akhirnya Zobrist merealisasikan overpopulasi dengan memusnahkan sebagian dari populasi hanya dengan satu virus yang bernama 'Inferno'. Parahnya, keyakinannya tersebut membuatnya menjadi ilmuwan dengan pengikut banyak untuk mengaktifkan konsep tersebut untuk memperbaiki tatanan manusia di dunia.

Lalu, kapan umat manusia di dunia dikatakan overpopulasi? dari awal film ini sudah dijelaskan oleh Zobrist sendiri, bahwa "Butuh waktu seribu tahun agar populasi mencapai satu miliar, lalu 100 tahun agar mencapai dua miliar, dan 50 tahun menjadi 4 miliar jiwa di tahun 1970. Kini populasi hampir delapan miliar jiwa, kita merusak tatanan kehidupan. Setiap wabah di bumi akibat dari overpopulasi. Mengapa kita tidak bertindak? Hanya bencana yang dapat membuat kita sadar. Rasa sakit yang bisa mengubah kita. Mungkin rasa sakitlah yang menyelamatkan kita."

Zobrist dengan pemikiran radikalnya dalam bidang biologi, sampai menganggap manusia adalah kanker, penyakit yang selalu berkembang setiap menitnya. Menurutnya, jika suatu wilayah mengalami peningkatan populasi berkepanjangan, maka daerah tersebut tidak akan bisa maju, dan hanya dikacaukan oleh manusia. Secara logis, masalah tersebut bisa diupayakan dengan melakukan pengurangan angka kelahiran. Misalnya dengan sosialisasi program keluarga berencana.

Ia sangat menyayangkan tindakan banyak orang yang bertindak realistis untuk masalah overpopulasi. Padahal menurutnya, dengan menilik dari sejarah dunia, bumi nyaris mengalami kepunahan populasi dikarenakan wabah setiap 100 tahunnya. Kepunahan tersebut juga bisa berbentuk kematian dalam jangka panjang, tapi juga dikarenakan wabah. Diantaranya, wabah Marseille Prancis atau dikenal dengan nama Black Death (1720 M), Pandemi Kolera Asiatik Pertama (1820 M), Flu Spanyol (1920 M), dan terakhir wabah yang masih merajalela hingga kini, yaitu wabah Virus Corona (2020 M).

Baca Juga: Mencari Pejuang Kebenaran

Salah satu kasus wabah yang menginspirasi utama Zobrist adalah Black Death hingga menewaskan 60% dari populasi Eropa di abad ke-14. Menurutnya, wabah tersebutlah yang menyebabkan sengsara dan kematian. Tapi yang tidak diketahui, bahwa hal itu juga memperkecil populasi ketika zaman Renaisance. Zaman ini menjadi titik kemajuan dari Eropa sendiri yang dimulai pada abad 1500 an. 

Dalam kondisi yang sekarang ini, manusia bergerak menuju tujuh lingkaran neraka yang mematikan namun menguntungkan. Bisa jadi, penderitaan dan rasa sakit yang bisa menyelamatkan dari tatanan umat manusia di dunia. Maka dari itu, mengapa menunda penderitaan? Mengapa tidak kita terima saja? Mungkin rasa sakit yang menyelamatkan kita?

Bagi para pengikutnya, konsep yang diberikan oleh Zobrist tidak sepenuhnya salah bahkan terkesan realistis karena pemusnahan populasi manusia dengan menggunakan wabah. Hal inilah yang akan memusnahkan lebih dari setengah populasi dan memperbaiki tatanan dunia dalam hal bidang apapun. Mengerikan, demi ambisi Zobrist ini berarti lebih dari 3 miliar jiwa yang terkorbankan.

Karena konsep gila yang dibuat oleh Zobrist, akhirnya ia menjadi incaran intelegen WHO (World Health Organizazion) yang dipimpin oleh Elosabeth Sinskey (Sidse Babett Khudsen). Namun, dari awal film Zobrist memilih bunuh diri. Hingga akhirnya, Profesor Langdon dan pemimpin dari WHO bisa menyelamatkan dunia dengan menyimpan virus itu kembali setelah bertarung dengan pengikut dari Zobrist. 

[Riska Apriliza]

KOMENTAR

Name

22 Mei 2019,1,Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,265,Beasiswa,1,Berita,1110,buku,2,cerpen,23,Corona virus,51,download,1,EkspreShe,29,Essay,87,Generasi Milenial,25,Hari Buruh Internasional,3,Hari Raya,8,Hari Santri,4,Ilmu Pengetahuan,37,Keagamaan,33,Kesehatan,17,Komunikasi,3,Kuliah Online,12,Mahasiswa,226,Mendikbud,1,Muhammad,4,New Normal,10,Oase,268,Opini,186,opini mahasiswa,7,PBAK,17,pdf,1,politik,3,Puasa Ramadan,27,Puisi,96,Resensi,16,Resensi Buku,16,Resensi Film,25,Riset,4,Sahabat,1,Sastra,64,Semarang,36,Skripsi,3,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,Teknologi,24,Toefl-Imka,15,UIN Walisongo,275,UKM,5,ukt,10,Wisuda,39,Zodiak,3,
ltr
item
IDEApers: Ambiguitas Misi Penyelamatan Populasi Manusia
Ambiguitas Misi Penyelamatan Populasi Manusia
Populasi manusia menjadi hal yang mudah dikendalikan. Bahkan pesatnya pertumbuhan manusia bisa dianggap sebagai penyebab segala kehancuran
https://1.bp.blogspot.com/-P_q801596DA/X2YuFWbtv-I/AAAAAAAAK-U/llbJESVgyk4jfdPALESe6E-EBOJLb5aVwCLcBGAsYHQ/s16000/inferno.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-P_q801596DA/X2YuFWbtv-I/AAAAAAAAK-U/llbJESVgyk4jfdPALESe6E-EBOJLb5aVwCLcBGAsYHQ/s72-c/inferno.jpeg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2020/09/ambiguitas-misi-penyelamatan-populasi-manusia.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2020/09/ambiguitas-misi-penyelamatan-populasi-manusia.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin