Manusia Bijaksana dari Athena

Socrates, filsuf Yunani

Yang aku ketahui saat ini ialah bahwa aku tidak tahu apa-apa,” kata Socrates pada suatu zaman yang dikuasai mitos dan takhayul. 

Suara itu menjadi bentuk kerendahan hati seseorang berwajah buruk yang selalu mengenakan pakaian lusuh dan setiap berjalan kakinya telanjang. Keindahan fisik dan kemewahan harta memang tidak begitu penting bagi orang tua yang kelak disebut sebagai bapak filsafat. Ia yang selalu merasa tidak tahu apa-apa menyimpan beribu pertanyaan yang akan dilemparkan kepada setiap orang yang ditemuinya.

Rutinitas Socrates amat menjengkelkan dan mengganggu banyak orang. Hari-harinya dihabiskan dengan mendatangi tempat-tempat ramai. Di mana ada keramaian di situlah ia berada. Ketika berjumpa orang lain, ia memulai dialog dengan pertanyaan demi pertanyaan yang membuat lawan bicaranya kebingungan dan ragu-ragu atas jawabannya sendiri. Kebenaran yang diyakini orang lain seketika goyah dengan pertanyaan dari mulut Socrates. 

Ternyata ia memang tidak pernah lelah untuk bertanya. Karena pertanyaan adalah umpan yang memancing seseorang untuk mengenali kebijaksanaan. 

Baca Juga: Plato dan Aristoteles; Bagaimana Mereka Berbeda?

Athena abad ke-4 sebelum Masehi adalah masa yang suram. Sekelompok orang mendominasi kehidupan masyarakat dan menjebaknya dengan ajaran yang dikarang-karang. Sofisme, yang disebut sebagai gerakan intelektual, sebenarnya tidak lebih dari gerombolan penipu ulung. Hanya berbekal kecakapan retorika, mereka merasa tahu segala hal dan melancarkan tipu muslihat. Hal terpenting yakni membuat orang lain percaya dengan ucapan mereka. Fakta dan kebenaran dapat direkayasa. Dari sandiwara itu, para Sofis pun meminta imbalan berupa uang dan jasa. 

Kehadiran Socrates menjadi perlawanan terhadap tradisi kaum Sofis. Ia tidak menantang seperti halnya kiper yang berdiri di bawah gawang menanti tendangan penalti. Tapi ia menentang ideologi yang dangkal itu. Berbeda dengan Sofis, Socrates tidak pernah meminta upah dari setiap ajarannya. Bahkan ia justru merasa tidak memiliki ajaran dan tidak pernah mengajarkan apa-apa.

Seperti pekerjaan ibunya, Socrates menyebut dirinya sebagai bidan yang bertugas membantu persalinan. Menurutnya setiap orang memiliki dasar-dasar pengetahuannya sendiri. Namun tidak semua orang dapat mencapai pengetahuaannya. Tugasnya hanya membantu orang-orang untuk mengenal dirinya sendiri, menuntun mereka menemukan pengetahuannya sendiri, mengetuk keyakinan mereka sendiri, sampai mereka melihat ada cahaya lain yang bersinar lebih terang.


Socrates seorang peragu. Barangkali semua hal memang patut diragukan. Dunia tempat manusia berpijak selalu mengundang keingintahuan. Kegelisahan yang merundung membuatnya harus bergerak menemui banyak orang. Persis seekor lalat yang hinggap di tempat mana pun.  

Memang itulah julukannya, seekor lalat pengganggu. Tapi tidak setiap lalat itu buruk, menjijikkan, dan harus diusir. Socrates ialah lalat yang dikirim Tuhan untuk mengusik negara. Dan negara, baginya, ialah seekor sapi raksasa yang bergerak lamban karena ukurannya yang besar. Sapi itu membutuhkan lalat untuk menggelitiknya agar hidup dan berlari kencang.

Namun nasib berkata lain. Tingkah Socrates bikin geram pemerintah baru Athena. Ia dituduh meracuni pikiran kaum muda dan tidak mempercayai para dewa yang diakui negara. Hingga ia diseret ke pengadilan. 500 orang telah disiapkan untuk menentukan nasib Socrates. Hasil sidang menunjukkan, 280 orang setuju ia dihukum mati. Seperti lazimnya negara demokrasi, pemenang ditentukan oleh suara terbanyak. 


Ia bisa saja terhindar dari hukuman mati asalkan tidak lagi bertanya dan mempermasalahkan segala hal. Tetapi ia memilih jalannya sendiri dan tetap teguh dengan prinsipnya. Bahwa, “Aku tak akan mengubah pendirian sekalipun mati berkali-kali karenanya,” suaranya terdengar lantang di depan pengadilan Athena waktu itu. Socrates tidak pernah takut dengan kematian, ia tidak pernah takut memperjuangkan kebenaran. 

Barangkali hal tersebut menjadi salah satu ujian bagi Socrates. Baginya, hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak dijalani. Manusia wajib mendapatkan ujian di masing-masing hidupnya. Ujian akan membuat hidup lebih bijaksana. Tanpa ujian, hidup manusia tidaklah berharga, dan dirinya tidak lebih dari seonggok mayat tanpa nyawa. 

Socrates telah mati ribuan tahun lalu setelah meminum racun. Apakah ia beristirahat dengan tenang? Sepertinya ia tetap tenang dan bahagia sama halnya ketika masih hidup. Kebahagiaan murni yang menetap di dalam jiwa dan hanya diperoleh dengan pengetahuan. Bukan kesenangan temporal yang bersumber dari harta dan kekayaan, pangkat dan jabatan, serta rupa dan tampilan yang menawan. Ia tetap tenang, ia tetap bahagia, meskipun mati karena ketidakadilan penguasa.


Di masa modern yang juga masih dipenuhi mitos dan takhayul kini, dapatkah kita melanjutkan  tabiat manusia bijaksana dari Athena itu? Selalu bertanya dan terus mempertanyakan. Pertanyaan yang mampu menemukan kebenaran dan menguji kehidupan. Seperti dikatakan muridnya, Plato, “Pertanyaan adalah separuh kebenaran”.
 
Dan seberapa banyak pertanyaan yang bersarang di kepala kita, yang menganggu hari-hari kita? Dalam derasnya gelombang informasi yang membanjiri beranda media sosial, sudahkah kita mempertanyakan tentang kebenaran informasi tersebut, sebelum terlalu jauh menyebarluaskan ataupun mengomentarinya? 
[Mahfud]

KOMENTAR

Name

2021,4,22 Mei 2019,1,Advertorial,2,Al-Qur'an,2,Albert Camus,2,Albert Estein,1,Anak,1,Anak laki-laki,1,Analisis Utama,2,Animal Farm,1,Artikel,369,Beasiswa,4,Begadang,1,berdoa,2,Berita,1166,buku,2,Bulan Ramadan,3,Carl jung,1,cerpen,23,Corona virus,60,Daun kelor,1,EkspreShe,31,Essay,113,Filsafat,10,FUHUM,2,Generasi Milenial,26,George Orwell,1,Guru,1,hak cipta buku,1,Harapan,2,Hari Buku Internasional,1,Hari Buruh,1,Hari Buruh Internasional,3,Hari Jumat,1,Hari Kartini,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hari Raya,11,Hari Santri,4,idul adha,3,Ilmu Pengetahuan,58,Imam Nawawi,1,Kahlil Gibran,1,Kapitalis,1,Keagamaan,51,Kebahagiaan,2,Kesehatan,24,Kitab Allah,1,KKN,5,Komunikasi,3,kopi,1,Kuliah,1,Kuliah luar negeri,1,Kuliah Online,18,Literasi,1,Machiavelli,1,Mahasiswa,277,makna hidup,1,Maksiat hati,1,Membaca cepat,1,Mendikbud,1,Menulis,1,modernitas,1,Muhammad,5,Muhammad Iqbal,1,Nabi Muhammad,2,New Normal,18,Oase,307,Opini,206,opini mahasiswa,11,Pandemi,2,PBAK,17,Pendidikan,2,Perempuan,4,Pertemanan,1,politik,3,Post-truth,1,Potret Berita,3,Pramoedya Ananta Toer,1,Psikologi,6,Puasa,8,Puasa Ramadan,40,Puisi,115,Quotes,1,Rasulullah,1,Resensi,19,Resensi Buku,19,Resensi Film,26,Riset,4,Sahabat,2,Sastra,88,Second Sex,1,Semarang,40,Shalawat,1,Skripsi,3,sufisme,1,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,Tafsir Misbah,1,Tafsir Surah Fatihah,2,Tahun baru,2,Taubat,1,Teknologi,24,tips,1,Toefl-Imka,15,Toxic,1,UIN Walisongo,330,UKM,6,ukt,20,Wisuda,48,Writer's block,1,Zodiak,3,Zuhud,1,
ltr
item
IDEApers: Manusia Bijaksana dari Athena
Manusia Bijaksana dari Athena
Menurut Socrates setiap orang memiliki dasar-dasar pengetahuannya sendiri. Namun tidak semua orang dapat mencapai pengetahuaannya.
https://4.bp.blogspot.com/-QxjZpoXcCjE/YEgvy-VwBCI/AAAAAAAALcQ/yLluy8BFARQwcweECOjxb3SSQHaXynAhQCLcBGAsYHQ/s16000/socrat.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-QxjZpoXcCjE/YEgvy-VwBCI/AAAAAAAALcQ/yLluy8BFARQwcweECOjxb3SSQHaXynAhQCLcBGAsYHQ/s72-c/socrat.jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2021/03/manusia-bijaksana-dari-athena.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2021/03/manusia-bijaksana-dari-athena.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin