Mempertanyakan makna "sehat" di masa Pandemi

Ada banyak dari kita yang menderita sekarang - sakit parah, berurusan dengan kesedihan, serta cemas terkait bagaimana akan terus hidup. Meringkuk, selalu jaga jarak, berlindung di rumah, dan dikunci adalah bagian dari normal baru. Kebosanan dan kecemasan hadir sebagai teman dekat. 

Di hari kesehatan kemarin (12/11/20), Menteri Kesehehatan Republik Indonesia memberikan tema spesial untuk tahun ini, “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” dengan sub "Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19". 

Lantas, makna sehat seperti apa yang dimaksudkan di atas? Yang pasti, kesehatan bangsa ini tidak hanya sebatas dalam artian fisik saja. Lebih dari itu, support sistem dari cara berpikir juga sangat berpengaruh untuk stabilitas tubuh. Kesehatan fisik tidak sepenuhnya menopang seluruh efektifitas untuk tetap produktif. Di masa yang kacau dengan narasi pandemi dan segala macam kebijakan yang ditetapkan, kesehatan mental seringkali luput dari perhatian. 

"Pandemi COVID-19 telah berdampak besar terhadap kondisi kesehatan mental jutaan orang, dan hal itu mengingatkan pentingnya peningkatan investasi di bidang kesehatan yang terabaikan ini," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.  

"Hampir 1 miliar orang hidup dengan gangguan mental, dan satu orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri," Tedros menambahkan, (tirto.id, 10/10/20).

Kebijakan dan perubahan yang terjadi di semua lini kehidupan di masa pandemi rupanya menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Mulai dari perekonomian hingga pendidikan, semua mulai dihentikan dan diganti dengan sistem daring (online).

Pemerintah telah menghimbau perusahaan untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) dan juga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah. Dampak menonjol diberlakukan PSBB dapat dilihat dari sebagian sektor kehidupan tidak bisa bekerja normal hingga pemulangan para pekerja ke rumah.

Munculnya kebijakan-kebijakan tersebut tidak hanya memperlambat kinerja dari sektor kesehatan saja, namun juga perekonomian hingga pendidikan. Sejak tersebarnya Covid-19 di Indonesia, pertumbuhan ekonomi melambat dibandingkan dengan sebelumnya. Seperti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat perekonomian Indonesia pada kuartal I/2020 sebesar 2,97, sedangkan di tahun 2019 di kuartal sama menunjukkan angka sebesar 5,07 persen.

Tidak hanya itu, dampak isolasi juga menyerang para pekerja yang harus dirumahkan bahkan PHK tanpa adanya unsur kesalahan. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hingga 31 Juli 2020 tercatat sebanyak 2,14 juta pekerja baik formal maupun informal yang terdampak Covid-19. Ini sudah termasuk dari yang dirumahkan sampai PHK.

Dampak dari kebijakan baru pemerintah selama pandemi Covid-19 juga menyerang sektor pendidikan. Masalah yang dihadapi tidak jauh berbeda dari perekonomian Indonesia. Pembelajaran dengan sistem online bagi anak-anak bisa berdampak negatif permanen.

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Menurutnya, akibat dari dilakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai dari putus sekolah, penurunan pencapaian belajar, hingga risiko eksternal lainnya.

"PJJ tak optimal, akhirnya putus sekolah, learning loss, hingga stres karena tidak bertemu banyak orang selama kuliah online," tuturnya (cnbcindonesia.com, 07/08/20).

Di masa sulit dan keterlambatan semua sektor kehidupan acapkali tidak menghiraukan pembahasan kesehatan mental yang mulai terganggu. Sebuah studi dari jurnal medis "The Lancet" mencatat bahwa dampak psikologis isolasi atau karantina bisa sangat besar. Para ahli mengatakan, hal ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental mulai dari kecemasan dan kemarahan hingga gangguan tidur, depresi dan post-traumatic stress disorder (PTSD).

Laporan Lancet mengemukakan, penyebab masalah kesehatan mental tersebut berkaitan dengan karantina, yaitu sebagai akibat dari tekanan ketakutan akan infeksi, frustrasi, kebosanan, persediaan yang tidak memadai, kurangnya informasi, kerugian finansial dan stigma yang terkait dengan tertularnya penyakit tersebut.

"Manusia adalah hewan sosial, karantina atau isolasi sosial yang berkepanjangan (tanpa metode kompensasi) akan memperburuk kecemasan, depresi, dan rasa tidak berdaya," ujar profesor Ian Hickie di University of Sydney’s Brain and Mind Centre, (cnbcindonesia.com, 26/03/20).

Seringkali, ketika menjalani masa isolasi dan selalu menjaga jarak sosial, cara berpikir pun berubah. Karena selama tidak melakukan apa-apa, otak pun jarang digunakan untuk mengolah pikir dan menalar melewati batas-batas. Lebih mudah tergiring untuk berpikiran negatif dan overdosis kecemasan.

Tidak bisa jika kita harus selalu terperangkap dalam penjara ketidak-bebasan tubuh dan otak. Tubuh secara tidak langsung menolak semua reaksi dari permasalahan yang sedang dihadapi. Beda halnya jika tubuh dan mental dapat bergerak dengan baik juga dibarengi kemauan. Produktivitas akan tetap berlangsung dengan cara berpikir baru dari sebelum masa isolasi.

[Pen]

KOMENTAR

Name

22 Mei 2019,1,Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,284,Beasiswa,2,Berita,1118,buku,1,cerpen,23,Corona virus,54,Daun kelor,1,EkspreShe,29,Essay,90,FUHUM,2,Generasi Milenial,26,Guru,1,Hari Buruh Internasional,3,Hari Raya,8,Hari Santri,4,Ilmu Pengetahuan,46,Keagamaan,34,Kesehatan,20,Komunikasi,3,Kuliah Online,14,Mahasiswa,234,Mendikbud,1,Muhammad,5,New Normal,15,Oase,276,Opini,187,opini mahasiswa,7,PBAK,17,Pendidikan,1,politik,3,Puasa Ramadan,27,Puisi,97,Resensi,17,Resensi Buku,17,Resensi Film,25,Riset,4,Sahabat,1,Sastra,65,Semarang,38,Skripsi,3,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,Tafsir Misbah,1,Tafsir Surah Fatihah,1,Teknologi,24,Toefl-Imka,15,UIN Walisongo,282,UKM,5,ukt,10,Wisuda,39,Zodiak,3,Zuhud,1,
ltr
item
IDEApers: Mempertanyakan makna "sehat" di masa Pandemi
Mempertanyakan makna "sehat" di masa Pandemi
Masalah kesehatan Indonesia bukan hanya soal pandemi covid-19 saja. Namun kondisi mental masyarakat Indonesia.
https://1.bp.blogspot.com/-EkTeVhLclxw/X66V9JmbFaI/AAAAAAAALHo/_qwffhZsXTQC5LlmT9WQme9lECxBxFcNwCLcBGAsYHQ/s320/3.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-EkTeVhLclxw/X66V9JmbFaI/AAAAAAAALHo/_qwffhZsXTQC5LlmT9WQme9lECxBxFcNwCLcBGAsYHQ/s72-c/3.jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2020/11/mempertanyakan-makna-sehat-di-masa.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2020/11/mempertanyakan-makna-sehat-di-masa.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin