Nasib Kualitas Kuliah Sistem Daring

Sevima.com
Sejak pandemi Covid-19 muncul di Indonesia, awal Maret, Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mendorong perguruan tinggi mengurangi kuliah tatap muka. Dia meminta kegiatan akademik mulai dilakukan dari jarak jauh memanfaatkan jaringan internet. Hal ini dilakukan lantaran sebagai upaya mengantisipasi penyebaran wabah corona.

Dilansir dari iNews.id, kebijakan ini mulai diterapkan tiga pekan lalu. Pelaksanaan perkuliahan daring ini pun diperpanjang lantaran setelah 14 hari berlangsung, wabah corona belum juga teratasi. Satu di antara kampus yang memperpanjang kuliah daring adalahUniversitas Sebelas Maret (UNS). Lewat Surat Edaran (SE) Nomor: 13/UN27/SE/2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas di Kampus UNS, Rektor UNS Jamal Wiwoho menyatakan, pelaksanaan kuliah daring diperpanjang hingga 30 April.

Begitu pula Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, lewat SE Nomor: B-1727/Un.10.0/R/HM.00/3/2020 dinyatakan, kegiatan akademik di kampus di bawah naungan kementerian ini diperpanjang sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, penerapan sistem kuliah daring, seperti yang dilaksanakan di kampus penulis, tidak lepas dari problematika. Ini bisa dilihat dari banyaknya keluhan mahasiswa lewat Instastory di media sosial Instagram atau status di Whatsapp. Alih-alih kuliah daring, mereka justru kebanjiran tugas. Slogan "kuliah lockdown, tugas smackdown, mahasiswa down" pun ramai dikicaukan di media sosial Twitter.

Saat kuliah tatap muka, kampus memfasilitasi gedung, kursi, dan wifi sehingga mayoritas mahasiswa tak terhambat mengikuti jalannya kuliah dan mengerjakan tugas. Namun, selama kuliah daring seperti saat ini, fasilitas kuota internet dan situs e-learning tak sepenuhnya disediakan kampus. Gara-gara kuota, kuliah daring pun tersendat.

Jaringan internet dan kuota merupakan fasilitas utama pelaksanaan kuliah daring. Model pembelajaran menggunakan e-learning berbasis teks, chat, bahkan video conference semisal Zoom, Google Meet, dan Google Classroom, menguras banyak kuota para mahasiswa peserta kuliah daring. Dan apakah semua mahasiswa mampu membeli kuota internet?

Belum lagi, jika mahasiwa tinggal di wilayah pedesaan dimana kualitas jaringan internet di wilayah tersebut belum bagus. Tentu ini menjadi kendala yang membuat perkuliahan justru tidak efektif.

Beberapa kampus memang mengeluarkan kebijakan memberikan subsidi kuota intenet kepada mahasiswanya. Misalnya, Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan subsidi Rp. 150.000 per bulan bagi setiap mahasiswanya selama tiga bulan, terhitung Maret.

Begitu pula Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang yang memberikan bantuan untuk kuota internet Rp 200.000 kepada mahasiswanya. Bantuan itu diberikan lewat mekanisme pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester berikutnya. Lalu, bagaimana dengan kampusmu?

Kualitas Materi Perkuliahan

Di era digital seperti sekarang ini, tak semua orang melek teknologi. Bahkan, di lingkungan kampus yang mencetak akademisi. Ini terlihat dari pembelajaran via daring sering kali tersendat lantaran pengetahuan soal aplikasi digital kurang. Tak hanya mahasiswa, dosen pun ada yang gagap aplikasi teknologi yang merupakan sarana menggelar perkuliahan daring.

Akibatnya, ada dosen yang memilih aplikasi termudah dalam menggelar perkuliahan, lewat media sosial Whatsapp. Kuliah digelar lewat grup diskusi kelas. Presentator atau dosen kemudian memaparkan materi menggunakan voice note atau mengetik secara manual yang bisa dibaca seluruh anggota grup. Diskusi kelas diharapkan hidup lewat tanggapan setiap anggota grup yang membalas chat di grup tersebut.

Meski dinilai efektif karena semua dosen dan mahasiswa menggunakan aplikasi WhatsApp, nyatanya, partisipasi dan interaksi kelas di grup diskusi ini menjadi kurang aktif. Banyak mahasiswa yang merupakan anggota grup kelas itu hanya membuka pesan, menulis presensi, kemudian men-scroll chat masuk dari atas hingga bawah, membaca kemudian menutup lagi grup diskusi kelas itu. Kalau sudah seperti ini, bagaimana proses pengawasannya?

Sementara, tugas membuat makalah, laporan, serta presentasi juga tetap ada layaknya kuilah tatap muka digelar. Padahal, untuk mengerjakan tugas-tugas itu, mahasiswa butuh referensi yang biasanya bisa didapat secara mudah di perpustakaan kampus. Beruntung, kampus penulis menyediakan layanan e-library yang memungkinkan setiap mahasiswa mengakses jurnal dan buku elektronik yang disediakan.

Sayangnya, tidak semua buku tersedia dalam versi digital di perpustakaan tersebut. Begitu pula jurnal yang tersedia, bukan lagi memuat materi dasar melainkan sudah mengalami pengembangan. Padahal, materi kuliah yang ada membutuhkan materi dasar.

Hal ini bisa disiasati, satu di antaranya lewat berselancar di dunia maya, menggali situs-situs yang menyediakan jurnal, tesis, atau skripsi yang bisa menjadi bahan referensi di luar buku fisik. Namun, kondisi ini akan menambah kendala mana kala website penyedia menerapkan sistem berbayar. Lagi-lagi, ini menjadi kendala.

Belum lagi, bagi sebagian jurusan yang membutuhkan banyak praktikum atau kegiatan praktik, semisal jurusan teknik dan sains teknologi. Praktikum yang membutuhkan alat laboratorium tentu tak bisa mudah dilakukan di rumah. Menggantinya dengan hanya melihat referensi teks atau video menjadi tidak efektif bagi mahasiswa. Padahal, pembelajaran via daring bisa saja berlangsung hingga akhir semester. Melihat kendala-kendala itu, apakah kualitas materi perkuliahan bisa terjamin?

Bagaimana sistem pembelajaran, fasilitas, dan pengawasan selama perkuliahan daring yang tak memiliki standar baku atau hanya bergantung dari kesepakatan dosen dan mahasiswa menunjukkan pelaksanaan perkuliahan sistem daring belum siap diterapkan. Kalau sudah seperti ini, kapankah dosen dan mahasiswa disiapkan menjalankan kuliah daring agar hasil yang diharapkan tetap maksimal?
[Gita Fajriyani]

Artikel ini pernah dimuat di Tribun Jateng Edisi 9 April 2020

KOMENTAR

Name

22 Mei 2019,1,Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,251,Beasiswa,1,Berita,1099,buku,1,cerpen,23,Corona virus,49,download,1,EkspreShe,29,Essay,86,Generasi Milenial,24,Hari Buruh Internasional,3,Hari Raya,8,Hari Santri,4,Ilmu Pengetahuan,34,Keagamaan,30,Kesehatan,16,Komunikasi,1,Kuliah Online,7,Mahasiswa,210,Mendikbud,1,Muhammad,3,New Normal,6,Oase,257,Opini,184,opini mahasiswa,6,PBAK,17,pdf,1,politik,3,Puasa Ramadan,27,Puisi,96,Resensi,15,Resensi Buku,16,Resensi Film,24,Riset,4,Sahabat,1,Sastra,64,Semarang,35,Skripsi,2,Surat Pembaca,7,Teknologi,23,Toefl-Imka,14,UIN Walisongo,264,UKM,5,ukt,10,Wisuda,38,Zodiak,3,
ltr
item
IDEApers: Nasib Kualitas Kuliah Sistem Daring
Nasib Kualitas Kuliah Sistem Daring
Di era digital seperti sekarang ini, tak semua orang melek teknologi. Bahkan, di lingkungan kampus yang mencetak akademisi. Ini terlihat dari pembelajaran via daring sering kali tersendat lantaran pengetahuan soal aplikasi digital kurang. Tak hanya mahasiswa, dosen pun ada yang gagap aplikasi teknologi yang merupakan sarana menggelar perkuliahan daring.
https://2.bp.blogspot.com/-dY3M06CpCQY/Xp89NbPLyII/AAAAAAAAKY8/LzDroJJF8W4EWfgvRY1KTIi2GL_QSgljgCK4BGAYYCw/s1600/kuliah%2Bdaring.jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-dY3M06CpCQY/Xp89NbPLyII/AAAAAAAAKY8/LzDroJJF8W4EWfgvRY1KTIi2GL_QSgljgCK4BGAYYCw/s72-c/kuliah%2Bdaring.jpeg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2020/04/nasib-kualitas-kuliah-sistem-daring.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2020/04/nasib-kualitas-kuliah-sistem-daring.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin