Direktur Amnesti Internasional Indonesia Soroti Ketidakadilan Kemanusiaan Indonesia

doc ideapers.com


Semarang, IDEAPERS.COM -
Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid saat diundang menjadi narasumber di Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), ia berorasi tentang "Membentuk Karakter yang Berkeadilan dan Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan" di hari kedua PBAK 2019 di lapangan utama kampus III, Selasa (20/08/19).

Pada mulanya Usman hanya ingin menjawabnya dengan satu pesan, ketika diminta untuk orasi bertemakan tersebut.

Dalam pesannya ia mengajak belajar dari manusia yg melahirkan kita, dengan belajar menghormati tetangga yg beragama Budha, Tionghoa, Kristen Protestan, ibu meminta saya untuk menghormati mereka.

 Didalam orasinya tersebut, ia juga menceritakan sedikit tentang keluarganya. Ibunya seorang guru juga mengajar dibeberapa majlis ta'lim hingga ibunya dipanggil ustadzah. Ia belajar menjujung tinggi nilai kemanusiaan dengan melihat ibunya yang menolong fakir miskin dan orang-orang lemah.

"Darinya pula saya belajar kesetaraan perempuan, Ibu menegaskan hak waris adik perempuan dan tujuh kakak laki-laki saya sama," katanya.

Selanjutnya, Usman juga dalam kesempatan orasi ilmiahnya mengemukakan refleksi atas keilmuan. Ia menilai keadaan politik di Indonesia merosot terutama pada titik kemanusiaan. Selanjutnya, disebutkan bahwa ada beberapa sebab yang dinilainya menjadi faktor kemunduran politik dan HAM tersebut. Menurutnya, ada dua hal, diantaranya yaitu intoleran dan perorganisasian sipil.

"Dua hal yang menjadi sebab kemunduran tersebut; yaitu intoleran dan perorganisasian sipil. Contohnya, pembatasan organisasi seperti HTI," imbuhnya.

Selain itu, Ia menambahkan bahwa dirinya melihat ada penguatan sentimen nasionalisme yg sempit belum menjawab menguatnya intoleransi. Namun, sekarang ini, menurutnya nasionalisme di Indonesia itu sempit.

Karena memiliki dimensi hak asasi manusia, ia mengungkapkan kasus ini layak diangkat di kongres menarik bilateral. Ia juga menyebutkan seperti upaya intervensi asing dengan membekukan KPK.

"Bagaimana seorang pimpinan KPK yang vokal, setelah selesai sholat subuh tiba-tiba di siram air keras oleh dua orang pengendara motor di tahun 2017 hingga kini kasus tersebut masih terlihat gelap," jelasnya.

Usman juga dengan tegas menanyakan lagi, bagaiamana seorang Novel Baswedan yang jelas-jelas perilakunya menghapuskan keburukan, dianggap Islam garis keras, celana cingkrang, berjenggot, peci putih, kelompok radikal, hingga diisukan yang paling parah digolongkan orang ISIS.

Belum lagi kata Usman, orang-orang menunjukan Islam radikal dilihat dari penamipilannya. Novel adalah pengikut 212 pendukung Prabowo anti Ahok. Namun, disayangkan oleh Usman tidak satupun menyuarakan keadilan dan pentingnya petugas memberantas korupsi. Padahal, kunci dari kemanusiaan yaitu menolak keburukan.

"Seperti kata-kata dari Arab, 'amr ma'ruf nahi munkar," tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UIN Walisongo, Muhsin Jamil sebelumnya menyambut Usman memang diminta menyampaikan orasinya untuk memberikan bekal kepada mahasiswa baru di PBAK 2019.

"Diharapkan semua mahasiswa baru bisa mendengarkan orasi ilmiah yang akan disampaikan oleh Direktur Amnesti Internasional Indonesia, Usman Hamid. Agar menjadi modal awal untuk mengikuti perkuliahan di Kampus UIN Walisongo nanti," ujarnya, dalam sambutan PBAK 2019 di lapangan utaman Kampus III.

Selanjutnya, Usman menyebutkan dua sila-sila penting Pancasila. Pertama, Tuhan Esa satu setiap manusia. Kedua, jelas menekankan pentingnya kemanusiaan. Sila-sila inilah seharusnya kehidupan kita disandarkan menyampaikan pntingnya persatuan. Bukan persatuan semu dengan membiarkan pemaksaan.

Sementara itu, Usman berpesan kepada semua peserta PBAK 2019 UIN Walisongo. Pesannya, jangan sampai anak cucu kita mewarisi pemahaman keagamaan kebagsaan yang sempit, dengan tetap kritis terhadap retorika yang mengatasnamakan pembangunan di Indonesia ini.

"Persatean yg menyembunyikan korupsi mereka. Jangan sampai anak cucu kita mewarisi pemahaman keagaman kebangsaan yg sempit," tutupnya. [Rep Safira/Red Ma'arif]

KOMENTAR

Name

22 Mei 2019,1,Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,159,Berita,867,cerpen,19,Dosen,4,EkspreShe,23,Essay,71,Generasi Milenial,22,Hari Buruh Internasional,3,Hari Raya,6,Ilmu Pengetahuan,23,Keagamaan,9,Kesehatan,8,Mahasiswa,47,Muharram,1,Oase,185,Opini,144,opini mahasiswa,2,PBAK,10,politik,3,Puasa Ramadan,19,Puisi,75,Resensi,10,Resensi Buku,14,Resensi Film,21,Riset,4,Sastra,38,Surat Pembaca,7,Suro,2,Teknologi,10,Toefl-Imka,12,UIN Walisongo,83,Wisuda,5,Zodiak,2,
ltr
item
IDEApers: Direktur Amnesti Internasional Indonesia Soroti Ketidakadilan Kemanusiaan Indonesia
Direktur Amnesti Internasional Indonesia Soroti Ketidakadilan Kemanusiaan Indonesia
Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid saat diundang menjadi narasumber di Pengenalan Buadaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), ia berorasi tentang "Membentuk Karakter yang Berkeadilan dan Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan" di hari kedua PBAK 2019 di lapangan utama kampus III, selasa (20/08/19).
https://1.bp.blogspot.com/-peFNGi6SuiQ/XVuy2j2VaYI/AAAAAAAAIks/BpJm6kv9FWUsJmY8AlVJG7mtj2qN6ZSdwCK4BGAYYCw/s1600/IMG_2805.JPG.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-peFNGi6SuiQ/XVuy2j2VaYI/AAAAAAAAIks/BpJm6kv9FWUsJmY8AlVJG7mtj2qN6ZSdwCK4BGAYYCw/s72-c/IMG_2805.JPG.jpeg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2019/08/direktur-amnesti-internasional-indonesia-soroti-ketidakadilan-kemanusiaan-indonesia.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2019/08/direktur-amnesti-internasional-indonesia-soroti-ketidakadilan-kemanusiaan-indonesia.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin