Mengapa Kita Sering Keliru dalam Menilai Orang Lain?


Teman sebangku kuliahku mengatakan jika ia mengenalku, tapi menurutku ia tidak benar-benar mengenalku walau ia duduk bersebelahan denganku hampir satu semester. Ia hanya tahu sosok atau peranku yang ia tahu saat di hadapannya saja. Itu semua karena terkandung banyak unsur di dalam diriku.

Ada sebuah pernyataan seperti ini "Anda tidak tahu siapa orang itu sebenarnya" maksudnya saat kamu berinteraksi dengan seseorang seperti anggota keluarga, rekan kerja, teman ataupun pasangan romantismu, ternyata kamu tidak benar-benar berinteraksi dengan mereka. Melainkan kamu sedang berinteraksi dengan orang yang kamu pikirkan atau bayangkan saat itu. kamu berinteraksi dengan kesan pertama yang terlintas dipikirkanmu tentang mereka yang kamu lihat.

Contoh sederhananya, Jika aku memperkenalkan kamu dengan salah satu temanku dalam durasi 30 menit untuk berbincang dengannya, sesaat kemudian tanyakan kepada dirimu sendiri "Menurutmu seperti apa orang itu?" kamu sudah akan menarik sejumlah besar kesimpulan. Paling tidak, kamu akan membuat beberapa asumsi umum seperti ia baik, sopan, pemalu, bahkan penilaian khusus (orang ini tidak mau diajak berbicara mengenai bagian tubuhnya yang cacat atau orang ini akan marah jika seseorang menyinggung masalah finansial).

Ok, misalkan orang yang barusan kamu temui diibaratkan sebagai kotak kardus dan penilaianmu merupakan label di kardus itu; introvert atau ekstrovert, toxic, pemalu atau percaya diri, baik atau jahat.

Namun bagaimana kamu datang dengan lebel itu? Mungkin kamu bisa melebelinya berdasarkan nada suara, topik yang mereka angkat, kata-kata yang mereka gunakan, selera humor mereka (atau kurangnya humor), dan sebagainya. Sering kali hanya perlu melirik seseorang untuk dijadikan kotak kecil yang kamu lebeli sendiri. kamu bahkan tidak perlu berinteraksi dengan mereka. kamu cukup menggunakan petunjuk dangkal seperti pakaian mereka, potongan rambut, warna kulit, aksen, berat badan, usia, postur, konteks di mana kamu bertemu dengan mereka, orang-orang yang bersama mereka, dan detail lainnya yang tak terhitung jumlahnya.

Lalu, mengapa semua detail itu penting?

Itu semua penting karena kotak tempatmu menempatkan label, menentukan bagaimana selanjutnya kamu berinteraksi dengan mereka. Karena di setiap kotak yang telah berlabel menentukan perasaanmu  tentang mereka, yang kemudian menentukan bagaimana kamu memperlakukan mereka. Biasanya orang akan cenderung diperlakukan dengan baik jika ia memperlihatkan sopan santunnya lewat perkataan ataupun pakaian yang rapi.

Dan jika kamu membuat kesalahan dalam menilai seseorang, maka kesanmu dan cara memperlakukan mereka ikut berubah pula. Coba pikirkan, seberapa cepat raut wajahmu berubah jika kamu tahu orang yang sering kamu ajak bicara, ternyata sering membicarakan keburukanmu pada orang lain.

Orang-orang tidak menginginkan adanya kesalahan seperti dia atas, oleh sebab itu mereka ingin tahu apakah kamu ateis atau religius, dan apakah kamu berpendidikan di perguruan tinggi atau tidak. Mereka semua mencari untuk diberikan kepada kamu sehingga mereka dapat melanjutkan dan memperlakukanmu dengan "pantas"

Tapi masalahnya, "ketika Anda menggunakan kotak berlabel, Anda tidak benar-benar berinteraksi dengan manusia sungguhan".

Saya seorang aktor dan begitu juga denganmu

Sebenarnya manusia terlibat dalam apa yang disebut psikologi sosial sebagai presentasi diri atau manajemen kesan. Yakni kita secara sadar atau tidak sadar mencoba mempengaruhi cara orang lain memandang kita. Hal ini bukan berarti kita berbohong.

Misalnya, bagaimana saya ingin kamu memandang saya "di kotak lebel mana saya ingin kamu menempatkan saya" tergantung pada siapa kamu. Jika kamu adalah teman nongkrong, saya ingin kamu anggap sebagai orang yang penuh dengan cerita petualangan. Jika anda bos saya, saya ingin dianggap rajin dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, kita tidak menunjukkan diri kita sebenarnya kepada siapa pun.

Itulah mengapa kita begitu mudah terjerumus ke dalam bias, seperti mementingkan diri sendiri (keyakinan bahwa kita telah memperoleh prestasi tetapi kegagalan kita disebabkan oleh peristiwa eksternal) atau bias blind-spot (keyakinan bahwa orang lain tertipu oleh penilaiannya, sementara kita sendiri kebal).

Pada akhirnya, bagaimana orang memandang kamu merupakan hal yang penting. Karena ini menentukan bagaimana orang memperlakukanmu, bagaimana mereka akan membicarakanmu di belakang dan apakah mereka akan mendukung atau menentangmu. [Abdul Wahhab]

KOMENTAR

Name

2021,4,22 Mei 2019,1,ab,1,Abu Nawas,1,academy,1,Advertorial,4,al-ikhlas,1,Al-Qur'an,3,Albert Camus,3,Albert Estein,2,Anak,1,Anak laki-laki,1,Analisis Utama,2,Animal Farm,1,aqidah dan filsafat islam,1,Artificial Intellgence,2,Artikel,476,Artikel sastra,1,Beasiswa,7,Begadang,1,belajar,5,berdoa,2,Berita,1288,biografi,1,buku,2,bulan muharram,2,Bulan Ramadan,3,camaba,1,camaba 2022,2,Carl jung,2,ceremony,1,cerpen,27,Corona virus,65,critical thingking,1,cumlaude,1,Daun kelor,1,Demokrasi,1,diskon,1,dsign,1,EkspreShe,31,Essay,120,feature,1,film,4,Filsafat,34,fresh graduate,3,FUHUM,8,FUHum fest,2,FUPK,2,gaya hidup,1,Generasi Milenial,27,George Orwell,1,globalisasi,1,graduation cap,1,Guru,1,hak cipta buku,1,Harapan,2,Hari Buku Internasional,1,Hari Buruh,1,Hari Buruh Internasional,3,Hari Jumat,1,Hari Kartini,1,hari kemerdekaan,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hari Raya,11,Hari Santri,5,ide bisnis,1,idul adha,5,Ilmu Pengetahuan,86,Imam Nawawi,1,info kos ngaliyan,1,inspiratif,1,islam,2,Iwan Fals,1,judul skripsi terbaik,1,Kahlil Gibran,2,Kapitalis,1,Keagamaan,64,Kebahagiaan,3,kebudayaan,1,kecantikan,1,kecerdasan,2,kekerasan seksual,2,kemanusiaan,1,kemerdekaan,1,kerja,1,kesadaran,7,Kesehatan,26,KI Hajar Dewantara,1,KIP-K,2,Kitab Allah,1,kkl,2,KKN,11,Komunikasi,3,konten vidio,1,kopi,1,Korean Wave,1,kos,1,Kuliah,10,Kuliah luar negeri,4,Kuliah Online,21,Kuliah tatap muka,2,kurban,1,Lahan Parkir,2,liburan,1,lifestyle,1,Literasi,2,lukisan,1,maba2022,3,Machiavelli,1,Mahasiswa,396,makna hidup,1,Maksiat hati,1,Membaca cepat,1,Mendikbud,1,mengingat,1,mental,2,Menulis,1,metaverse,1,modernitas,1,motivasi,7,Muhammad,5,Muhammad Iqbal,1,Musik,1,Nabi Muhammad,2,New Normal,18,Ngaliyan,1,Oase,346,Olahraga,1,Opini,239,opini mahasiswa,19,orsenik,19,pancasila,2,Pandemi,5,PBAK,24,PBAK 2022,5,peluang,1,Pendidikan,7,penemuan ular,1,pengembangan diri,6,Penyair,1,Perempuan,5,Pertemanan,1,politik,3,Post-truth,1,Potret Berita,4,potret wisuda,1,praktikum,1,Pramoedya Ananta Toer,1,Psikologi,29,Puasa,8,Puasa Ramadan,40,Puisi,128,Quotes,1,qurban,1,Rasulullah,1,recriutment,1,recruitment,1,refrensi,1,Resensi,21,Resensi Buku,19,Resensi Film,28,revolusi industri,1,Riset,4,Sahabat,2,Sastra,106,Second Sex,1,sedekah,1,sejarah,1,Semarang,46,Shalawat,1,SK Wajib Mahad,1,skill,1,Skripsi,5,sky,1,socrates,2,sosial,1,Sosok,1,stoic,1,sufisme,2,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,tafsir,6,Tafsir Misbah,1,Tafsir Surah Fatihah,2,Tahun baru,2,tasawuf,1,Taubat,1,teater,1,Teknologi,37,teladan,1,tips,4,Toefl-Imka,15,tokoh,1,Toxic,1,UIN Walisongo,463,ujm,2,UKM,6,ukt,22,ular piton,1,wali wisuda,1,wanita,1,William Shakespeare,1,Wisuda,71,wisuda 2022,4,wisuda offline,4,wisudawan terbaik,3,Writer's block,1,Zodiak,3,zoom meeting,1,Zuhud,1,
ltr
item
IDEApers: Mengapa Kita Sering Keliru dalam Menilai Orang Lain?
Mengapa Kita Sering Keliru dalam Menilai Orang Lain?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikfLizRo4mlSB8pvgZWqYqPFVVqpie3mN-8n_SQy1f0eo0A4t84lNpWAolLKOjOJogbEGT3jvC8NJjTFY9VkPd-6CA2jbXs5p8glTMmq0d1Zuztf_-ocaU9qtwZIzixrZtHE2ija1NOJZSt6Ph0atL6NJzcvvW2KXLnAy3Qw9I4ElFEuzrr1sL74rO8w/w400-h225/Desain%20tanpa%20judul%20(12).jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikfLizRo4mlSB8pvgZWqYqPFVVqpie3mN-8n_SQy1f0eo0A4t84lNpWAolLKOjOJogbEGT3jvC8NJjTFY9VkPd-6CA2jbXs5p8glTMmq0d1Zuztf_-ocaU9qtwZIzixrZtHE2ija1NOJZSt6Ph0atL6NJzcvvW2KXLnAy3Qw9I4ElFEuzrr1sL74rO8w/s72-w400-c-h225/Desain%20tanpa%20judul%20(12).jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2022/08/mengapa-kita-sering-keliru-dalam-menilai-orang-lain.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2022/08/mengapa-kita-sering-keliru-dalam-menilai-orang-lain.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin