PPKM Darurat dan Ilusi Virtual


Kasus pandemi Covid-19 terus meningkat setiap harinya. Sejak awal pandemi hingga hari ini Rabu (28/07/21) tercatat sejumlah 3.287.727 orang Indonesia terpapar covid-19. Sedangkan orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 88.659 orang. 

Dari awal pemerintah sudah menerapkan sejumlah kebijakan untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hingga pada tahap yang saat ini sedang ditetapkan, yaitu PPKM Darurat di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Bali. 

PPKM Darurat ini awalnya dilaksankan mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Namun karena kasus covid-19 yang masih terus meningkat setiap harinya, pemerintah akhirnya memutuskan PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Kebijakan PPKM yang diharapkan dapat meminimalisir kasus, ternyata kurang membuahkan hasil yang maksimal. Sehingga, kebijakan PPKM Darurat pun kembali diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Kebijakan yang diterapkan selama pandemi Covid-19 selama ini telah mengungkung gerak tubuh masyarakat, terutama dalam lingkup sosial. Pembatasan-pembatasan ini mengarahkan aktivitas kita untuk lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Mengalihkan segala bentuk aktivitas seperti sekolah, pekerjaan dan interaksi sosial lainnya di dalam ruang virtual dengan memanfaatkan bantuan internet. Terlebih saat diterapkannya kebijakan PPKM Darurat. 

Selama PPKM Darurat segala bentuk kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan dibatasi secara ketat. Di antaranya yaitu pemberlakuan work from office sebesar 50 persen bagi sektor esensial, kegiatan perekonomian dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas 50 persen, pembelajaran jarak jauh pembatasan kegiatan beribadah dan lain sebagainya. 

Kebijakan ini semakin mempersempit kesempatan kita untuk berinteraksi di lingkungan sosial secara langsung. Kita hanya boleh beraktivitas di dalam rumah, kecuali menyangkut kepentingan esensial. Selain penutupan kegiatan sosial, pembatasan waktu untuk berkegiatan di luar rumah juga dibatasi sampai pukul 20.00 WIB. Hal ini sangat memungkinkan untuk sebagain besar waktu kita selama PPKM Darurat dihabiskan di rumah saja. 

Peralihan kegiatan selama PPKM Darurat membawa masyarakat masuk lebih dalam lagi ke dimensi virtual. Pekerjaan, sekolah, transaksi ekonomi, interaksi sosial ataupun hiburan kini beralih dalam satu genggaman melalui smartphone. Internet menjadi alternatif yang dapat membantu menjalankan aktivitas dan pekerjaan masyarakat selama di rumah. 

Masyarakat Hiperrealitas

Kebijakan pembatasan sosial di masa pandemi ini secara tidak langsung telah membuat masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di depan layar smartphone. Menurut Senior Ac count Manager Google Indonesia, Stephanie Elizabeth selama pandemi Covid-19 pengguna atau konsumen digital baru di Indonesia, meningkat sebesar 93 persen.

Selain itu, rata-rata jam yang dihabiskan untuk berada di dunia daring, per hari berdasarkan penggunaan pribadi di Indonesia, mengalami peningkatan. Sebelum pandemi, rata-rata jam yang dihabiskan online per hari adalah 3,6 jam. Namun, selama pandemi ada peningkatan cukup signifikan, yakni 4,7 jam.

Meningkatnya konsumsi internet saat pandemi covid-19, salah satunya dipicu oleh kebijakan yang memaksa orang untuk lebih banyak tinggal di rumah saja. Beralihnya sejumlah kegiatan seperti sekolah, pekerjaan, interaksi sosial dan lain sebagainya ke ruang virtual, membentuk kehidupan dan realitas baru yang berada di dunia maya. 

Ironisnya, masyarakat justru terjebak dalam realitas semu. Menganggap apa yang ada di dunia maya sebagai realitas yang sesungguhnya. Lantaran tertutupnya ruang dialektika, membuat masyarakat sulit untuk memahami dan menemukan makna yang sebenarnya. Minimnya interpretasi terhadap apa yang dibutuhkan, menjadikan masyarakat lebih konsumtif dalam mengkonsumsi informasi ataupun konten-konten di sosial media. 

Pola konsumtif ini membuat masyarakat menghabiskan banyak waktunya di depan layar smartphone untuk bermain medsos. Sedangkan interaksi nyata pun diabaikan, karena telah digantikan di ruang maya. Hal ini menyebabkan masyarakat sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi serta fakta dan kebohongan. Jean Baudrillad, Filsuf postmodern asal Perancis, menyebut fenomena seperti ini sebagai Hiperrealitas.

Hilangnya Kesadaran Sosial

Selama pandemi covid-19, masyarakat dipaksa dengan pola hidup baru, kehidupan virtual. Keadaan ini membuat hubungan interaksi sosial secara langsung menjadi berubah. Yang semula saling berbicara tatap muka sekarang komunikasi secara virtual. Yang awalnya seseorang berkumpul dalam satu tempat untuk berdiskusi, kini dilakukan di rumah masing-masing melalui video conference

Kehadiran internet yang awalnya sebagai media untuk memudahkan komunikasi jarak jauh. Saat ini justru menjadi jurang pemisah ruang interaksi sosial secara langsung. Masyarakat semakin fokus untuk menjalin hubungan sosial di dunia maya dan terkadang mengabaikan dunia nyata.

Pola kehidupan virtual ini menjadi pemicu menurunnya kualitas sosialisasi masyarakat. Pasalnya masyarakat menjadi tidak terbiasa untuk melakukan kontak sosial secara langsung. Hal membuat seseorang merasa asing dan tidak nyaman di lingkungan sosial secara nyata.

Kebiasaan berselancar dan berinterkasi di dunia maya, telah mengkonstruksi pikiran seseorang bahwasanya dunia maya adalah realitas sesungguhnya. Meminggirkan kesadaran seseorang terhadap dunia nyata. 

Untuk tidak menghilangkan fungsi esensial manusia sebagai mahkluk sosial, interaksi sosial di tengah pandemi ini juga tetap dapat dilakukan melalui lingkungan terdekat. Melakukan perbincangan dengan anggota keluarga di rumah dan berinterkasi dengan tetangga rumah sekitar. Tentu hal tersebut akan berguna untuk merawat kesadaran sosial agar tidak tenggelam dalam ilusi virtual. [Gita]

KOMENTAR

Name

2021,4,22 Mei 2019,1,Advertorial,2,al-ikhlas,1,Al-Qur'an,3,Albert Camus,2,Albert Estein,2,Anak,1,Anak laki-laki,1,Analisis Utama,2,Animal Farm,1,Artikel,385,Beasiswa,4,Begadang,1,belajar,1,berdoa,2,Berita,1187,buku,2,Bulan Ramadan,3,Carl jung,1,cerpen,24,Corona virus,62,Daun kelor,1,Demokrasi,1,EkspreShe,31,Essay,115,Filsafat,16,FUHUM,3,Generasi Milenial,26,George Orwell,1,Guru,1,hak cipta buku,1,Harapan,2,Hari Buku Internasional,1,Hari Buruh,1,Hari Buruh Internasional,3,Hari Jumat,1,Hari Kartini,1,hari kemerdekaan,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hari Raya,11,Hari Santri,4,idul adha,3,Ilmu Pengetahuan,60,Imam Nawawi,1,Iwan Fals,1,Kahlil Gibran,2,Kapitalis,1,Keagamaan,53,Kebahagiaan,2,kecerdasan,1,kemerdekaan,1,Kesehatan,25,KI Hajar Dewantara,1,Kitab Allah,1,KKN,5,Komunikasi,3,kopi,1,Korean Wave,1,Kuliah,2,Kuliah luar negeri,1,Kuliah Online,21,Literasi,1,Machiavelli,1,Mahasiswa,300,makna hidup,1,Maksiat hati,1,Membaca cepat,1,Mendikbud,1,mental,1,Menulis,1,modernitas,1,Muhammad,5,Muhammad Iqbal,1,Musik,1,Nabi Muhammad,2,New Normal,18,Ngaliyan,1,Oase,314,Olahraga,1,Opini,216,opini mahasiswa,13,Pandemi,4,PBAK,24,Pendidikan,3,Penyair,1,Perempuan,5,Pertemanan,1,politik,3,Post-truth,1,Potret Berita,4,Pramoedya Ananta Toer,1,Psikologi,12,Puasa,8,Puasa Ramadan,40,Puisi,119,Quotes,1,Rasulullah,1,Resensi,20,Resensi Buku,19,Resensi Film,26,Riset,4,Sahabat,2,Sastra,94,Second Sex,1,Semarang,41,Shalawat,1,Skripsi,3,stoic,1,sufisme,1,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,tafsir,1,Tafsir Misbah,1,Tafsir Surah Fatihah,2,Tahun baru,2,tasawuf,1,Taubat,1,Teknologi,25,tips,1,Toefl-Imka,15,Toxic,1,UIN Walisongo,356,UKM,6,ukt,21,Wisuda,52,Writer's block,1,Zodiak,3,zoom meeting,1,Zuhud,1,
ltr
item
IDEApers: PPKM Darurat dan Ilusi Virtual
PPKM Darurat dan Ilusi Virtual
Peralihan kegiatan selama PPKM Darurat membawa masyarakat masuk lebih dalam lagi ke dimensi virtual/
https://1.bp.blogspot.com/-ozpA5uwAnGc/YQomtPfPEVI/AAAAAAAAMB8/SjmBF9f8my0H4BCOkIlA5x8FbWxnrBHWQCLcBGAsYHQ/s16000/virtual.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ozpA5uwAnGc/YQomtPfPEVI/AAAAAAAAMB8/SjmBF9f8my0H4BCOkIlA5x8FbWxnrBHWQCLcBGAsYHQ/s72-c/virtual.jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2021/08/ppkm-darurat-dan-ilusi-virtual.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2021/08/ppkm-darurat-dan-ilusi-virtual.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin