Ketakutan akan Kebesaran dan Kematian dalam Pandangan Psikolog



"Dorongan yang membuatmu terbang lebih besar ialah hal terbaik yang dimilikimu dan semua manusia memilikinya. Hal itu adalah perasaan yang terikat dengan kekuatan terdalam. Tetapi suatu ketika perasaan ini membuat takut, dan beberapa orang memilih menangggalkan sayap yang membuatnya terbang, laku memilih berjalan mematuhi hukum,"
Herman Hesse, Demian.

Membicarakan manusia memang tidak habis untuk diurai serta dipahami. Mengenai kemampuannya, seringkali hanya dilihat melalui indra saja. Namun, jauh di dalam diri manusia, tersimpan banyak rahasia yang belum mampu diraih. Abraham Maslow menyebutnya sebagai "Kemungkinan tertinggi". 

Pada abad ke-20, psikolog terkemuka Abraham Maslow mengemukakan, "Kemungkinan Tertinggi" yang ada pada diri manusia memiliki potensi yang sangat besar dalam setiap diri manusia. Namun, hanya sedikit di antara kita yang mampu mencapai kemungkinan tersebut. 

Selain itu, dalam karya Maslow lainnya, tentang "Lebih Jauh Mencapai Alam Manusia", menjabarkan bagaimana ketakutan besar dalam diri manusia itu bisa menghalangi tercapainya keinginan. Pemikiran ini diambilnya dari Alkitab tentang kisah Yunus yang menghindari takdir Tuhan-Nya.

Tidak jauh beda dengan Maslow, Otto Rank membahas perilah "ketakutan" dengan lebih kompleks. Dalam bukunya "Art and Artis", ia menggolongkan jenis "Ketakutan" menjadi dua. Takut kematian dan takut kehidupan. Pertama, takut akan segala bentuk kematian. Maksudnya, bukan hanya kematian secara fisik saja, namun juga secara psikologis yang terjadi ketika beradaptasi dengan sosial kemasyarakatan.

Meski begitu, ketakutan akan kematian tidak melulu mengarah pada hal yang negatif. Ketakutan akan kematian juga memiliki sisi positif, seperti lebih mengaktualisasi diri dan membetuk pribadi yang unik dan sejati. Akan tetapi, hal ini bisa saja menimbulkan sikap acuh terhadap sosial dan cenderung membentuk diri menjadi lebih introvert.

Bagi sebagian orang, menjalani hidup sendiri juga bisa menimbulkan ketakutan. Menurut Rank, hal ini yang dikategorikannya dalam "ketakutan akan hidup". Rasa takut yang mendorong kita untuk kembali membangun hubungan sosial kemasyarakatan. Persaingan antara dua ketakutan tersebut menjadikan hidup selayaknya medan pertempuran, Perlawanan antara rasa takut hidup sendiri dengan usaha berbaiur di dalam masyarakat.

Sayangnya, banyak orang lebih memilih kehilangan jati diri ketika membaur bersama kelompok tertentu. Keberanian untuk menjadi unik dan berbeda dengan yang lain terkikis oleh ego untuk menjadi "sama" dengan lingkungannya. Rank juga menganalisis bahwa pada dasarnya, yang menghalangi seseorang untuk meraih "kebesaran" tak lain karena ketakutan akan hidup itu sendiri.

Penulis produktif abad 20-an, Colin Wilson mengatakan, pemikiran yang ia sebut sebagai "The Unheroic Hypothesis" lebih banyak mendominasi masyarakat modern. Istilah ini menggambarkan keadaan mental yang berisi rasa akan kekalahan, bencana, serta kesia-siaan. Keadaan ini memberikannya sebah pertanyaan, apakah manusia lebih mirip Tuhan atau Cacing?

Menurut Colin Wilson, banyak orang modern menjawabnya sebagai "Cacing". Kenapa? Jawaban ini secara tidak langsung menjelaskan kecenderungan seseorang menerima kehidupan yang jauh di bawah potensi yang sebenarnya dimiliki.

Argumen ini dikuatkan dengan bukti yang diberikan Maslow ketika menanyakan kepada para muridnya, "siapa diantara mereka yang akan menjadi penulis novel handal atau menjadi pemimpin besar?" 

Awalnya, para murid meresponnya dengan senyum geli. Namun, setelah itu wajahnya memerah memberi sinyal ketidakmampuan mencapai sesuatu hal yang besar. Kecemasan dan ketakutan ini yang mengakibatkan orang memandang dirinya sebagai cacing, orang yang tidak mampu mencapai apa pun.

Lebih jauh, Maslow memaknai kedua istilah dari "Tuhan" dan "Cacing" tersebut sebagai hal yang sama-sama memiliki kerugian. Karena itu, mencari hingga menemukan jalan tengah dari kedua permasalahan "Ketakutan" tersebut menjadi PR bagi semua manusia. Karena sejatinya manusia walaupun terjebak dalam kehidupan penuh "Ketakutan", ia akan tetap menjadi manusia. Meski dari sebelum maupun sesudah menemukan solusi terbaik dalam mengarungi kehidupan.

[Agung R]

KOMENTAR

Name

2021,4,22 Mei 2019,1,Advertorial,2,Al-Qur'an,2,Albert Camus,2,Albert Estein,1,Anak,1,Anak laki-laki,1,Analisis Utama,2,Animal Farm,1,Artikel,369,Beasiswa,4,Begadang,1,berdoa,2,Berita,1166,buku,2,Bulan Ramadan,3,Carl jung,1,cerpen,23,Corona virus,60,Daun kelor,1,EkspreShe,31,Essay,113,Filsafat,10,FUHUM,2,Generasi Milenial,26,George Orwell,1,Guru,1,hak cipta buku,1,Harapan,2,Hari Buku Internasional,1,Hari Buruh,1,Hari Buruh Internasional,3,Hari Jumat,1,Hari Kartini,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hari Raya,11,Hari Santri,4,idul adha,3,Ilmu Pengetahuan,58,Imam Nawawi,1,Kahlil Gibran,1,Kapitalis,1,Keagamaan,51,Kebahagiaan,2,Kesehatan,24,Kitab Allah,1,KKN,5,Komunikasi,3,kopi,1,Kuliah,1,Kuliah luar negeri,1,Kuliah Online,18,Literasi,1,Machiavelli,1,Mahasiswa,277,makna hidup,1,Maksiat hati,1,Membaca cepat,1,Mendikbud,1,Menulis,1,modernitas,1,Muhammad,5,Muhammad Iqbal,1,Nabi Muhammad,2,New Normal,18,Oase,307,Opini,206,opini mahasiswa,11,Pandemi,2,PBAK,17,Pendidikan,2,Perempuan,4,Pertemanan,1,politik,3,Post-truth,1,Potret Berita,3,Pramoedya Ananta Toer,1,Psikologi,6,Puasa,8,Puasa Ramadan,40,Puisi,115,Quotes,1,Rasulullah,1,Resensi,19,Resensi Buku,19,Resensi Film,26,Riset,4,Sahabat,2,Sastra,88,Second Sex,1,Semarang,40,Shalawat,1,Skripsi,3,sufisme,1,sumpah pemuda,1,Surat Pembaca,7,Tafsir Misbah,1,Tafsir Surah Fatihah,2,Tahun baru,2,Taubat,1,Teknologi,24,tips,1,Toefl-Imka,15,Toxic,1,UIN Walisongo,330,UKM,6,ukt,20,Wisuda,48,Writer's block,1,Zodiak,3,Zuhud,1,
ltr
item
IDEApers: Ketakutan akan Kebesaran dan Kematian dalam Pandangan Psikolog
Ketakutan akan Kebesaran dan Kematian dalam Pandangan Psikolog
Membicarakan manusia memang tidak habis untuk diurai serta dipahami. Mengenai kemampuannya, seringkali hanya dilihat melalui indra saja. Namun, jauh d
https://4.bp.blogspot.com/-D-l-3W6wICA/YCeFeeSWLiI/AAAAAAAALZw/_Sr8NLjn340z0GG5AxiITBLyooVpTOQvgCLcBGAsYHQ/s16000/thevictimiza-067c79712e8c330f44c075afc4f9f1c7_600x400.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-D-l-3W6wICA/YCeFeeSWLiI/AAAAAAAALZw/_Sr8NLjn340z0GG5AxiITBLyooVpTOQvgCLcBGAsYHQ/s72-c/thevictimiza-067c79712e8c330f44c075afc4f9f1c7_600x400.jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2021/02/ketakutan-akan-kebesaran-dan-kematian-dalam-pandangan-psikolog.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2021/02/ketakutan-akan-kebesaran-dan-kematian-dalam-pandangan-psikolog.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin