Memahami Pribadi LGBT

gambar: pexels.com
Di era modern ini, fenomena yang merebak tentang penyimpangan seksual adalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Istilah ini ramai diperbincangkan dan diperdebatkan oleh masyarakat. Lesbian adalah sebutan bagi perempuan yang menyukai perempuan. Gay adalah sebutan bagi laki-laki yang menyukai laki-laki.

Biseksual merupakan seseorang yang menyukai atau mencintai laki-laki maupun perempuan. Sedangkan transgender merupakan seseorang yang memiliki hasrat besar berperilaku dan memilih hidup dengan cara yang berbeda dari jenis kelaminnya.

Indonsia termasuk dalam negara yang intoleran terhadap LGBT. Misalnya ada pasangan sesama jenis, mereka dianggap tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan hukum yang lazim. Hal ini bukan tidak mendasar, pernyataan tersebut didasari hasil survey Wahid Foundation bersama Lembaga Indonesia. Di mana perempuan yang intoleran (55%), lebih sedikit dibanding laki-laki (59,2%).

Bukan tanpa alasan pula mengapa LGBT menjadi kelompok yang paling tidak disukai. Karena Indonesia negara berasas ketuhanan yang berpedoman ajaran agama. Lebih-lebih mayoritas agamanya Islam, yang sampai sekarang menganggap LGBT sebagai perbuatan yang hina dan tidak dibenarkan oleh agama.

Maraknya isu LGBT ini bermula saat tahun 1990-an di Amerika, bahwa orang-orang LGBT mulai diakui sebagai bagian dari masyarakat. Terlebih, LGBT sudah tidak dikategorikan sebagai penyakit mental.

Namun, kita tidak dapat dengan mudahnya menggeser doktrin/paradigma yang sudah tertanam sejak kecil. Di Indonesia, kecenderungan perilaku seksual yang menyimpang dibatasi oleh Negara. Sehingga pelaku bisa dipidana atas orientasi seksual yang dinilai tak sesuai. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soetsatyo mengatakan, DPR dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat LGBT dipidana berdasarkan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Bambang juga menjelaskan dalam pasal 495 RKUHP, sudah disepakati bahwa LGBT masuk dalam tindakan pidana perbuatan cabul sesama jenis dan berkewajiban untuk mengaturnya. Bahwa RKUHP "harus didasari dengan ruh keagamaan," kata dia. (Tempo.co)

Dalam RKUHP tersebut, disebutkan bahwa yang dikenai pasal hanya orang di bawah 18 tahun. Namun MUI menilai hal ini seharusnya diberlakukan untuk semua usia.

Ketua umum MUI, Ma'ruf Amin, mendukung RKUHP yang akan mempidana pelaku LGBT. Beliau mengaku masih keberatan dengan hukuman pidana yang belum berat. Meskipun begitu, MUI akan merencanakan tujuan pasal nanti yang terkait hukum pidananya. Hal tersebut bertahap, karena masih banyaknya lingkaran yang mendukung dan melegalkan LBGT.

Menyikapi LGBT

Kita hidup di dunia yang beraneka ragam bentuk dan kepribadiannya. Dalam menyikapi LGBT ini, kita harus memikirkan dulu akibat sesuatu hal yang akan kita lakukan. Saat ini adanya LGBT diakui memang sudah menjadi suatu keniscayaan. Perlu kehati-hatian untuk menangani individu LGBT.

Sebagai umat beragama yang meyakini bahwa perbuatan tersebut tidak dibenarkan, lantas apakah kita juga harus berbuat hal jahat dengan memberi mereka pelajaran secara anarki? atau menyangsi mereka dengan suatu pengucilan? Sebab bagaimana pun kita hidup di negara yang menuntut kita untuk berbuat toleran.

Lantas apa yang harus kita lakukan? Bersikaplah toleran dengan sikap biasa. Dan tahu batas-batas diri dalam bergaul dengan mereka adalah hal yang dapat dilakukan saat ini. Paling tidak, kita sadar kalau apa yang mereka lakukan adalah murni urusan mereka dan kita tahu batasan koridor untuk tidak mengganggu ranah privasi mereka. Setidaknya, itulah cara yang dapat dilakukan saat ini.

Selain itu, hasil survei menunjukkan 65,35% negara harus melindungi pemikiran yang berkembang di masyarakat, 82,3% menyatakan Pancasila dan UUD sesuai dengan Indonesia. Dan 67,3% mendukung demokrasi.

Keputusan menyikapi personal mereka ada di tangan masing-masing. Akan ada yang menerima, menolak, atau tetap bingung. Apapun sikap kita, tentunya ada hal-hal spesifik yang perlu disepakati bersama. [Nabila]

KOMENTAR

Name

Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,45,Berita,694,cerpen,19,EkspreShe,20,Essay,51,Oase,95,Opini,96,Puisi,60,Resensi,6,Resensi Buku,11,Resensi Film,20,Riset,4,Sastra,21,Surat Pembaca,7,
ltr
item
IDEApers: Memahami Pribadi LGBT
Memahami Pribadi LGBT
Apa yang salah dengan LGBT? Bagaimana kita menyikapi LGBT? Bagaimana toleransi terhadap kaum LGBT?
https://3.bp.blogspot.com/-ko7W7bqKKOo/XHJCMZ2Ff8I/AAAAAAAAHCk/LUiV4jRIFDIFVJ3sbKFQmrCMO8caxIhDwCK4BGAYYCw/s1600/Memahami%2BPribadi%2BLGBT.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ko7W7bqKKOo/XHJCMZ2Ff8I/AAAAAAAAHCk/LUiV4jRIFDIFVJ3sbKFQmrCMO8caxIhDwCK4BGAYYCw/s72-c/Memahami%2BPribadi%2BLGBT.jpg
IDEApers
https://www.ideapers.com/2019/03/memahami-pribadi-lgbt.html
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/
https://www.ideapers.com/2019/03/memahami-pribadi-lgbt.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin