PKIP Gelar Forum Diskusi “Pancasila Bergerak”

Pembicara sedang menyampaikan materi diskusi 
Surakarta-Ideapers.com-Kamis (12/3), Pusat Kajian Ideologi Pancasila (PKIP) menggelar forum diskusi “Pancasila Bergerak” di hotel Sunan, Surakarta. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa elemen gerakan masyarakat mulai dari akademisi, pengamat politik, aktivis gerakan masyarakat, aktivis gerakan mahasiswa, pimpinan organisasi keagamaan, dan pejabat pemerintah, dengan pembicara Ashoka Siahaan (ketua PKIP) Dr. Aidul Fitriciada Azhari (pakar hukum tata negara UMS), MT. Arifin (pengamat politik), Prof. Dr. Ir. Totok Mardikanto (guru besar pasca sarjana UNS), dan dipandu oleh Arif Syaifudin Yudhistira (penulis lepas).

Ashoka Siahaan selaku ketua PKIP mengatakan, secara substansi kita tidak memperdebatkan lagi Pancasila, namun secara epistemologis perlu menjadikan pancasila menjadi ideologi terbuka yang bisa digerakkan dan menggerakkan secara kritis menghadapi berbagai macam realitas kehidupan. Seperti masalah ekonomi, pertanian, politik dan budaya.

Hampir senada, Aidul Fitriciada Azhari menjelaskan, sebagai Ideologi postkolonial Pancasila harus dilihat dari sudut pandang epistemologi sehingga dapat terumuskan sebagai Ideologi kritis, transformatif, dan identitas nasional bagi suatu negara nasional yang merdeka. Pancasila adalah kaidah hukum norma, dalam makna sebagai Ideologi kritis, Pancasila menjadi Ideologi yang bersifat kritis terhadap sistem kapitalisme-liberal yang dibangun oleh kolonialisme Barat di Indonesia khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya.

“Kemudian Pancasila tidak berhenti dalam ranah gagasan melainkan Bergerak ke arah praksis yang bersifat transformatif menuju pembentukan sistem sosial, ekonomi, dan politik yang berkeadilan sosial. Selain sebagai kekuatan kritis dan transformatif, Pancasila adalah juga perwujudan dari nilai-nilai tradisi yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Sejalan dengan dimensi kritis dan transformatif, maka nilai-nilai identitas nasional yang dimaksud adalah nilai-nilai yang mendorong ke arah terbentuknya sistem sosial-budaya, ekonomi, dan politik yang berkeadilan social,” tambahnya.

Pengamat politik MT. Arifin juga menjelaskan, Ideologi Pancasila harus memenuhi persyaratan yaitu dilihat dari dimensi realitas Ideologi, dilihat dari dimensi Ideologi, dan dilihat dari dimensi fleksibilitas Ideologi. Dalam konsolidasi demokrasi Pancasila sebagai sistem nasional yang diterjemahkan ke dalam teori sosial. Setidaknya, kaitan dengan gagasan tersebut menekankan perlunya pengembangan dua hal utama. Pertama, perluasan konsep-konsep Ideologis dan upaya demokratisasi mengingat demokrasi itu bukan sekedar menyangkut persoalan sistem, juga merupakan masalah budaya dan pilihan-pilihan dalam agenda publik. Kedua, perlunya sosialisasi konsep budaya demokrasi dalam Ideologi Pancasila secara konsisten dalam melaksanakan nilai-nilainya bagi kebebasan politik yang lebih besar dan diiringi kebijakan ekonomi yang lebih adil.

Lebih praksis, Totok Mardikanto mengatakan, bahwa Pancasila sebagai Ideologi Bergerak dalam bidang pertanian terbagi dalam tiga ranah yaitu budidaya, ekonomi, dan sosial budaya. Ketiga ranah tersebut dalam mekanisme kerjanya sering berbeda-beda setiap kali pergantian kepemimpinan nasional.

“Pertanian yang seharusnya terjiwai dalam nilai-nilai Pancasila yang bersifat gotong royong dan sama rata-sama rasa terdistorsi dari wilayah petani. Ranah budidaya yang harus diperhatikan adalah bagaimana intensifikasi pembangunan berkelanjutan keseimbangan, kelestarian, pertanian organik, dan produk yang sehat. Ranah ekonomi yang harus diperhatikan adalah berbasis subsisten, kemanfaatan, padat karya, daya saing, dan koperasi. Sedangkan untuk ranah sosial budaya yang harus diperhatikan adalah pelestarian nilai tradisi (kearifan lokal), gotong royong, sama rata-sama rasa, penerima manfaat sesuai korbanan yang tidak mengeksploitasi berkelanjutan,” jelas Totok.

Dengan adanya acara diskusi tersebut, Ahmad Alfian, mahasiswa asal UIN Walisongo yang hadir pada acara itu berharap agar diskusi mengenai pancasila di kalangan pemuda patut untuk digalakkan, oleh karena generasi muda sebagai penerus bangsa ini. “Kalau pemuda sudah acuh tak acuh dengan pancasila, bagaimana nasib bangsa ini untuk kedepannya?” ungkapnya. (Gigih)

KOMENTAR

Name

Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,13,Berita,615,cerpen,15,EkspreShe,18,Essay,39,Oase,70,Opini,70,Puisi,51,Resensi,4,Resensi Buku,10,Resensi Film,19,Riset,4,Sastra,8,Surat Pembaca,7,
ltr
item
IDEApers: PKIP Gelar Forum Diskusi “Pancasila Bergerak”
PKIP Gelar Forum Diskusi “Pancasila Bergerak”
Pusat Kajian Ideologi Pancasila (PKIP) menggelar forum diskusi “Pancasila Bergerak” di hotel Sunan, Surakarta
http://3.bp.blogspot.com/-OUb98iG1zW4/VR6VXwdqNjI/AAAAAAAAA1c/OEMUOUMTVek/s1600/pancasila.JPG
http://3.bp.blogspot.com/-OUb98iG1zW4/VR6VXwdqNjI/AAAAAAAAA1c/OEMUOUMTVek/s72-c/pancasila.JPG
IDEApers
http://www.ideapers.com/2015/04/fkip-gelar-forum-diskusi-pancasila.html
http://www.ideapers.com/
http://www.ideapers.com/
http://www.ideapers.com/2015/04/fkip-gelar-forum-diskusi-pancasila.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin