Diskusi Living Qur'an dan Hadis oleh FUPK

Diskusi Publik FUPK.
Dari kiri: Naela Rohmah (mod), Sahiron
Syamsuddin (Pem. I), Hasan Asy'ari U (Pem. II),
 M. Asefuddin.
Semarang-ideapers.com- Rabu (17/12), Bertempat di Audit I lantai II, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Program Khusus (FUPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan Diskusi Publik dengan tema "Konsep Living Qur'an dan Hadits di Indonesia". Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri puluhan mahasiswa, baik sarjana (s1) maupun pascasarjana (s2 dan s3).

Pengisi materi dalam kegiatan ini adalah Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M. A (Pakar Hermeneutik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dr. Hasan Asy'ari Ulama'i, M.A (Pakar Kajian Hadits UIN Walisongo Semarang). Selain itu, turut hadir pula Wakil Dekan I, Dr. Muhyar Fanani, M. A, dan Supervisor Ma'had Walisongo FUPK, Ustadz Fakhruddin Aziz, Lc. M.SI.

Acara berjalan dengan lancar. Peserta pun antusias ketika dibuka sesi tanya-jawab. Dalam diskusi yang dimoderatori oleh M. Asefuddin dan Naela Rohmah ini, Sahiron menjelaskan tentang bagaimana Al-Qur'an bisa hidup di masyarakat dan berfungsi sebagai fenomena sosio-kultural.

"Diantara Fenomena Sosio Kultural: MTQ, Semaan Al-Qur'an, tradisi membaca surat-surat tertentu, seperti Al-Waqi'ah, Yasin dan sebagainya, ruqyah, jimat dan etika Al-Qur'an. Tentang penelitian jimat, saya sudah melakukannya, pengunaannya sudah merata di daerah-daerah dan juga bermacam-macam. Maka, (teks) Al-Qur'an tidak boleh dijadikan alat untuk men-judgment, akan tetapi memberi data untuk memahami realita," paparnya.

Sahiron juga menambahkan bahwa, semua fenomena dan relita yang ada tersebut merupakan resepsi masyarakat atas Al-Qur'an. “Itu adalah salah satu cara untuk membumikan Al-Qur’an itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pun demikian, tidak lantas dijadikan pelarian, sebagai dalih untuk tidak mau mempelajari ayat-ayat Al-Quran,” lanjutnya.

Sedangkan Hasan mengulas tentang semangat Living Hadis dalam masa sekarang. "Rosulullah pernah wudlu' dengan takaran lima mud. Disini kita belajar tentang living hadis, yaitu efesiensi penggunaan air agar tidak berlebihan. Bahkan dalam hal istinja’ juga sama,” jelas Hasan.

Ia juga menambahkan tentang hadits yang harus dipahami dengan kaidah “al-ibroh bi-umumi al-sabab la bi-khususi al-lafdzi” (memahami nas dengan melihat keumuman sebab muncul/turunnya, bukan kekhususan lafal/bahasa teksnya). (Ainul/IDEA)

KOMENTAR

Name

Advertorial,1,Analisis Utama,2,Artikel,13,Berita,615,cerpen,15,EkspreShe,18,Essay,39,Oase,70,Opini,70,Puisi,51,Resensi,4,Resensi Buku,10,Resensi Film,19,Riset,4,Sastra,8,Surat Pembaca,7,
ltr
item
IDEApers: Diskusi Living Qur'an dan Hadis oleh FUPK
Diskusi Living Qur'an dan Hadis oleh FUPK
Diskusi Publik FUPK. Dari kiri: Naela Rohmah (mod), Sahiron Syamsuddin (Pem. I), Hasan Asy'ari U (Pem. II), M. Asefuddin
http://2.bp.blogspot.com/-YqMkkb_2e48/VJHosN90FkI/AAAAAAAAAec/FXLnhXfxOrY/s1600/2014-DP%2BFUPK.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-YqMkkb_2e48/VJHosN90FkI/AAAAAAAAAec/FXLnhXfxOrY/s72-c/2014-DP%2BFUPK.jpg
IDEApers
http://www.ideapers.com/2014/12/diskusi-living-quran-dan-hadis-oleh-fupk.html
http://www.ideapers.com/
http://www.ideapers.com/
http://www.ideapers.com/2014/12/diskusi-living-quran-dan-hadis-oleh-fupk.html
true
2845694181721974662
UTF-8
Lihat Semua Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Komentar Hapus Oleh Beranda HALAMAN BERITA Lihat Semua BERITA TERKAIT RUBRIK ARSIP SEARCH SEMUA BERITA Tidak ditemukan Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN INI PREMIUM Share sebelum membuka Salin semua kode Pilih semua kode Semua kode telah disalin. Tidak bisa disalin